21 Januari 2012

Anak Indonesia Butuh Pendidik

Indonesia pada umumnya sudah bisa digolongkan negara yang maju, walaupun masih banyak terlihat kemiskinan di sebagian masyarakatnya, tapi perkembangan pendidikan dan tekhnologi sudah banyak terlihat di hampir seluruh pelosok negri.


Perkembangan tekhnologi, bisa kita ukur dengan semakin memasyarakatnya internet. Internet saat ini bukan hanya monopoli orang tingkat atas saja, namun sbt ini sudah mulai merata di segala strata dan golongan. Setiap saat orang bisa dengan mudah mengakses internet dmana dan kapan saja.


Dalam hal pendidikan, masyarakat indonesia juga sudah bisa dibilang sangat maju, kenaikan gaji guru, dan juga semakin banyaknya sekolah bertaraf internasional menjadikan pendidikan di indonesia tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.


Berkembangnya pendidikan dan tekhnologi bukannya tidak membawa efek negatif pada perkembangan remaja. Semakin bebasnya informasi membuat anak semakin mudah mengakses egala informasi, bahkan informasi yang seharusnya belum waktunya mereka konsumsi.

efek negatif ini harusnya bisa dihindari dengan adanya pendidik yg bisa mengarahkan mereka, namun sayangnya, sekolah yg seharusnya berperan besar terhadap pendidikan anak terkadang melupakan hal tersebut. Sekolah terkadang hanya mementingkan asek pengajaran, namun lupa pada pendidikan. Terlihat dengan bnyaknya pemangkasan pada kurikulum tentang pendidikan moral dan sosial. Kebanyakan sekolah mengukur kemampuan siswanya berdasar nilai eksak, dan juga menggunakan patokan angka untuk menilai siswanya.


Tanpa disadari hal ini menjadikan kebanyakan siswa menjadi kaya ilmu tetapi miskin moral, dan menjadi acuh terhadap lingkungannya. Harusnya pihak sekolah atau guru pada khususnya bisa menjadi pengajar sekaligus pendidik untuk siswanya.


Untuk orang tua yang masih memiliki anak usia sekolah, janganlah menyepelekan tentang pendidikan moral dan sosial anak, karena nantinya ketika suatu saat mereka harus hidup dalam masyarakat, peran moral dan sosial akan lebih bermanfaat daripada tingkatan angka mata pelajaran mereka.


Published with Blogger-droid v2.0.3

Artikel Terkait:

14 comments

21 Januari 2012 14.15

setuju sekali...
pendidikan moral memang perlu dan bukan hal yang bisa dipandang hanya dengan sebelah mata saja

21 Januari 2012 14.49

tp tetep, pendidikan awal itu yg lebih penting, alias pendidikan yg diterima dari orang tua.
dijaman skrg kan makin byk aja tuh ortu yg kurang perhatian trhdp anaknya.

21 Januari 2012 14.50

orang tua dan guru harus seiring sejalan membentuk moral anak

21 Januari 2012 15.26

intinya sih kesadaran si anak itu sendiri gan,jika orang tua berusaha mendidik anaknya supaya bermoral baik tapi anaknya tidak sadar-sadar malah terbawa negatif tetp ajja gan moral anak down,jadi intinya harus ada kesinambungan antara anak,guru dan para orang tua itusendiri

21 Januari 2012 20.54

waleh ngomong tok tetep gak enek solusi

21 Januari 2012 21.09

@The Loe sbnarnya solusinya ada diri kita masing2 mas, kalo kita hanya bisa menghujat tanpa memberi solusi, kapan solusinya akan ketemu.. lebih baik urun rembug biar kita bisa mencari solusinya bersama sama..

22 Januari 2012 00.25

ya itu yang lebih penting. aku sering nemuin anak yang udah merasa pinter jadi sombong, bahkan untuk berbicara dengan orangtua saja rasanya seperti menyepelekan.

22 Januari 2012 12.38

pendidikan memang harus sebenarnya mendidik
realitas di lapangan saat ini, pendidikan lebih cenderung terbatas pada proses pengajaran saja
dimana siswa hanya sekedar belajar dan diajari doang

22 Januari 2012 22.10

pendidikan sejak dari dalam kandungan sampai ke liang lahat

24 Januari 2012 00.05

Soalnya sudah banyak orang tua yg sibuk di kantor (dan sibuk dengan gadget2nya, heheee..). Banyak anak2 (terutama abege) yg gak begitu tahu lagi sopan-santun, terutama ke org2 yg lebih tua.. Tetap peran orang tua sangat penting di sini..

24 Januari 2012 13.39

pendidikan memang diperlukan bukan hanya dari ortu tapi juga guru. asalkan guru itu sungguh2 bisa mendidik.

26 Januari 2012 10.59

setuju..yang dibutuhkan adalah pendidikan..bukansekedar mencetak orang-orang pintar angka dan numerik serta lihai dalam rumus-rumus..

26 Januari 2012 16.50

mari kita didik diri kita sendiri dulu, kemudian kluarga, anak kepada orang tua, kakak kepada adik. jika sudah, kebaikan akan menyebar bukan sebatas teori di atas kertas, tapi karena terbuat dari perangai rasa malu

3 Mei 2012 01.45

saya sangat setuju dengan Anda, banyak sekali orang tua yang mengabaikan pendidikan anak karena disibukkan oleh pekerjaan sehingga tidak sempat bahkan lupa sama sekali dengan pendidikan anaknya. padahal anak merupakan anugrah tuhan yang merupakan tanggung jawab, tidak hanya pendidikannya tetapi yang paling penting adalah moral dan akhlaknya.

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

bagi yang koneksinya lagi sakit/make HP/kesulitan dengan kotak komentar dibawah, silahkan klik link kotak komentar klasik diatas untuk meninggalkan komentar

RanGGaGoBloG Copyright © 2009 TEMPLATESsimple black red by ranggagoblog templates