11 Desember 2009

Maafkan Saya Ibu prita

maafkan saya ibu prita....

tapi kenapa saya mesti minta maaf? ya karena saya termasuk orang yang bisa dibilang tidak mendukung pengumpulan koin untuk ibu prita. jujur saja saya dari awal kurang tertarik untuk memperhatikan maslah ibu prita ini. bukannya saya tidak peka terhadap keadaan sosial, bukan juga karena saya tidak kasian ama ibu prita.

dari awal saya mengikuti kasus ibu prita ini saya agak bingung. pertama dasar permasalahan dari ibu prita sendiri menurut saya agak aneh, belum lagi pemberitaan media massa yang saya rasa terlalu hiperboliz mengenai masalah ini, semakin membuat saya tambah ilfil dengan masalah ibu prita.

belum lagi berita terbaru yang menyangkut ibu prita yang sangat ramai di perbincangkan di media masa. yaitu pemberitaan mengenai pengumpulan koin untuk membantu ibu prita membayar denda. kabar terbaru yang saya tau, pengunpulan koin ini telah mencapai 500juta, dengan berat total koin seberat 5ton. WOW... itulah kata yang keluar dari mulut saya ketika mendengar berita itu.

saya menganggap itu semua terlalu berlebihan, apa sih yang dicari orang orang yang mengumpulkan koin tersebut..?? memang mau menolong..?? kasihan kepada ibu prita..?? panggilan hati sesama manusia..?? menurut saya semua itu omong kosong... okelah mungkin ada beberapa dari orang yang mengumpulkan koin untuk ibu prita itu tulus dengan beberapa alasan diatas.

tapi coba kita renungkan sebentar, sedekat apa sih mereka dengan ibu prita, seberapa mengerti sih mereka terhadap kasus ibu prita, dan seberapa paham mereka dengan apa yang mereka kerjakan? dalam benak saya muncul pertanyaan, apakah orang disekeliling mereka tidak ada yang membutuhkan pertolongan, apa disekeliling mereka tidak ada orang yang kesusahan, apakah di sekeliling mereka tidak ada orang yang memiliki kasus seperti ibu prita??

pastilah di sekeliling mereka masih banyak orang kelaparan, pastilah di sekeliling mereka masih banyak orang tidak bisa sekolah, pastilah disekeliling mereka masih banyak orang yang gak punya uang buat berobat. TAPI KENAPA MEREKA RAMAI RAMAI MENGUMPULKAN KOIN BUAT IBU PRITA??? yang kenal aja enggak, pernah ketemu aja enggak. sementara disekeliling kita, bahkan sodara sodara kita, yang sangat jauh lebih dekat dengan kita masih banyak membutuhkan pertolongan......

kemana aja mereka?? kemana aja mereka saat ada orang2 di dekat mereka membutuhkan pertolongan... apa menurut mereka orang kelaparan gak penting, apa menurut mereka orang gak bisa sekolah gak penting, apa menurut mereka orang gak bisa berobat gak penting...?? lalu kanapa mereka baru beramai ramai menyumbang ketika ibu prita yang memerlukan pertolongan.....

huaah... itulah isi hati saya kenapa saya memutuskan tidak ikut beramai ramai mengumpulkan koin untuk ibu prita... karena saya melihat masih banyak orang di dekat saya yang lebih membutuhkan bantuan termasuk saya, kalaupun saya punya banyak koin, tentu orang orang didekat sayalah yang berhak menerima lebih dulu......

maafkan saya ibu prita, karena saya gak sepaham dengan orang2 yang mengumpulkan koin buat anda...

Artikel Terkait:

41 comments

11 Desember 2009 21.48

Saya juga nggak ngumpulin koin. Soalnya, saya cuman punya duit kertas..

11 Desember 2009 21.50

cuma ngumpulin doa dan postingan sobat

11 Desember 2009 21.55

@mbak vick : kwekwkekwke... berarti sekarang nabungnya udah duit kertas nuh mbak.....
@munir : setuju....

11 Desember 2009 22.02

saya juga nggak ikut ngumpulin koin.
nggak tau mau kumpulin kemana juga.
mungkin lambang koin ini cuma simpatik karena keadilan di indo harganya mahal banget
jiahahahahhaha~

11 Desember 2009 22.08

@clara : setujuuuuuuu!!

11 Desember 2009 23.14

Setuju Tapi mslah Ibuk Prita ini adalah masalah Hukum di Indonesia yang Kelabu,,. Yang mslah itu manjadi tanggung jwab kita bersama sbagai Rakyat Indonesia terutama tanggung jawab Pemerintah RI

11 Desember 2009 23.14

hmmmm.... sepertinya ada satu pemahaman yg kurang pada dirimu Sahabatku.

Maksud dari mengumpulkan koin disini adalah agar tuntunan denda terhadap Ibu Prita itu segera dicabut, dan uang yg sudah terkumpul bisa di sumbangkan ke panti asuhan.

Tapi kalo cara ini nggak berhasil, berarti ada sesuatu di balik kasus Ibu Prita ini.

Uang memang mampu mengalahkan segalanya, termasuk untuk membeli sebuah kemenangan kasus..!

11 Desember 2009 23.16

Dengan doa, aksi kampanye dukungan, postingan di blog dsb..semuanya itu juga salah satu bentuk dukungan terhadap ibu Prita. Mas Rangga telah ikut membantu ibu Prita, kok.

11 Desember 2009 23.30

saya juga gak ikut mengumpulkan koin untuk ibu prita mas,
berharap aja smoga masalahnya selesai dgn baik.

11 Desember 2009 23.32

Saya sebagai rakyat kalangan bawah, paling bawah sangat mendukung terhadap kebebasan Ibu Prita atas segala tuduhan yg di tujukan untuknya.

hmmm... Rumah Sakit.

ketika kita berobat dng memakai uang Pribadi, pelayanannya melebihi pelayanan abdi terhadap rajanya, bahkan pembelian obatpun ndak perlu kita susah2 pergi ke apotik, cukup bilang sama dokternya dan sales obat akan segera datang mengantarnya, tentu saja dng sistem bagi hasil dng sang dokter.

Tapi ketika kita berobat menggunakan kartu JPS, pemberian obatpun seperti dipersulit, katanya stock habislah, pengiriman belum nyampailah dan seambreg alasan lagi yg sangat tidak masuk akal.

Itu semua adalah pengalaman saya ketika mertua saya (almarhum) berobat di RS karena kanker paru, bahkan untuk mendapatkan kartu JPS aja susahnya setengah mati, harus bayar sana bayar sini.

Hingga saya terpaksa membeli obat kanker seharga Rp. 4.000.000,- untuk sekali suntikan kemoteraphy, meski pada akhirnya juga Allah menghendaki lain.

Mertua saya ndak bisa diselamatkam lagi karena pengobatan dihentikan karna kekurangan biaya.

Jadi kita khususnya saya, rakyat kalangan sangat bawah, harus gimana cara menyikapi itu semua???

12 Desember 2009 00.11

@laksamana embun : kelabu.. seperti saya melihat kasus ibu prita ini...
@ivan kavalera : maaf.. tapi saya berpandangan lain terhadap kasus ibu prita ini.. hehehe
@senja : saya juga berharap tidak ada permainan dibelakang kasus ibu prita ini..
@kang sugeng :
1. "sesuatu dibalik kasus" itu yang menjadi catatan saya
2. saya turut berduka cita pak... semoga pemerintah bisa lebih baik lagi....

12 Desember 2009 00.11

@pak sugeng : terimakasih atas sharingnya... :)

12 Desember 2009 02.11

Setiap kita sah memiliki perspektif yang berbeda uuntuk kasus yang sama. Apa hak orang lain melarang kita untuk beda?

Saya selalu berpikir bahwa negeri ini memang sarat ironi. miris sekali. ksus kecil bisa jadi besar, begitu pula sebaliknya, berkat tendensi media. Dan media punya kepentingan untuk terus-menerus menaikkan oplah jualnya.

Dalam perspektif fenomenologis, seharusnya kita tahu makna sebuah sejarah kebenaran atau dalam bahasa Michael Foucault dikenal dengan the archeology of episteme. Banyak kepalsuan yang tersembunyi di balik hiruk-pikuk kebenaran. So, kita harus lebih kritis menangkap realitas yang sedang bergumul...

(aduh, sory banget. kok komenku serius banget ya? Hehe..)
Salam akram, Mas Rangga...

12 Desember 2009 04.15

Mas Rangga, koin itu adalah perlambang, simbol matinya sebauh keadilan dan kesewenang2an
bukan semata untuk disumbang karena kekerabatan dan persahabatan
adalah kebebasan setiap manusia untuk mengungkapkan pendapat
dan ketika kebebasan itu dibungkam apakah kita diam saja?

saat ini kasus menimpa ibu Prita, tapi tahukah kalo nasib buruk bisa menimpa yang lain?? termasuk kita atau sodara kita?
mungkin persepsi yang harus diluruskan
bukan untuk menyalahkan institusi atau peradilan
tetapi sebagai protes bahwa kita butuh penjelasan atas sesuatu yang menjadi hak kita...

12 Desember 2009 05.56

saya juga sedikit berbeda dengan persepsimu kawan. apa karena kita harus membantu orang yang lebih dekat, lantas kita tidak mau membantu ibu prita?
dan ini bukan masalah sekedar uang koin. ini bukan masalah sekedar mengumpulkan uang bantuan. ini simbol perlawanan terhadap kapitalis sewenang2 yang bisa membeli hukum? Oke. kamu bisa bilang, saya, kamu, kita tidak mengerti masalah apa yang sebenarnya di balik kasus ibu prita.
make it simple. bayangkan saja jika ibu prita itu adalah ibumu, kakakmu atau tantemu, yang karena ketidaktahuan mereka tentang basabasi bahasa hukum dalam penyampaian sebuah ketidakadilan, akhirnya harus menanggung beban....

boleh beda pendapat tho :D peace....

12 Desember 2009 09.26

semua org berhak mau ngasih apa enggak.
cuma kalo aku sendiri si stuju banget..aku mendukung hal itu..

soalnya koin itu adalah lambang. lambang bagi rakyat yg haus akan keadailan..n penat akan sogok2an yg bisa dilakukan di MA..

tapi, disamping itu..memberi untuk org yang membutuhkan (bukan hanya mba prita) itu kan wajib hukumnya bagi yg mampu..jaadi semua aku lakuin..

semata-mata untuk minta ridho Allah aja kok..^_^

12 Desember 2009 09.37

Yah..semua orang kan bebas berpendapat..
Menurut saya kasus bu prita memang butuh perhatian, kan bu prita sekedar mengeluarkan pendapat tentang kualitas sebuah rumah sakit, kenapa hal seperti itu harus diperkarakan seberat ini?? Kalau menyangkut pencemaran nama baik sih, menurutku itu kurang tepat. Justru orang2 jadi tahu kalo RS itu pelayanan nya kurang juga karena mereka mengangkat kasus Bu Prita ke meja hijau, lalu media masa meliput semuanya. Aku aja baru denger nama RS itu dari kasusnya bu prita..

Tapi aku juga setuju dengan pendapat, kenapa mereka lebih banyak menolong bu prita dari pada menolong orang2 lain yang lebih membutuhkan, seperti kata mas rangga. Kalo aja semua orang mau mengumpulkan uang sperti yang mereka lakukan untuk bu prita buat orang tidak mampu, kelaparan, dan anak yatim piatu mungkin kesejahteraan rakyat Indonesia sudah jauh lebih baik dari sekarang.

12 Desember 2009 10.07

Pagi sob..awardnya udh saya pajang...cek ya

12 Desember 2009 11.27

awalnya gw mengikuti kasus ibu prita ini, dan ntah knp krn media masa rasanya terlalu berlebihan sama kasus ini. Padahal masih byk yang harus dibantu juga, tidak hanya ibu Prita.

12 Desember 2009 12.06

aku juga ga ngumpulin koin,, karna ga tau juga mo ngumpulin di mana.. tapi toh ga ada salahnya juga bantu orang lain kan?! mau itu bu prita atopun orang di sekitar kita,, dan kita juga ga perlu harus kenal dan ngerti terlebih dulu dengan orang itu kan kalo mo nolong,, yang penting ikhlas ajah... aku sih cuma bisa berharap masalahnya cepet selesai,, lagipula tujuan utama pengumpulan koin itu kan bukan dinilai dari jumlah uangnya,, tapi lambang buat menegakkan keadilan... biar ga ada ibu prita lainnya...

12 Desember 2009 12.17

Aku satu gank sama kamu, Rangga.

Untuk yang lainnya, mungkin Indonesia harus belajar bagaimana cara mengikuti program asuransi jiwa sejak dini.
Yang penting, pilih yang terbaik, jangan buta akan asuransi, karena tidak ada yg bisa menjamin kita bebas dari sakit, seumur hidup kita.

Seharusnya orang Indonesia lebih berusaha untuk membuka pikiran, telinga, dan mata tentang ini. Kalau di luar negeri, asal tau aja.. karpet aja diasuransikan!!!!!

Mengapa jiwa kita tidak?

12 Desember 2009 12.25

kemaren di kedai kopi ada juga tuh pengamen Makassar yg bikin aksi ngumpulin dana buat ibu Prita tapi setelah ditelusuri ternyata mereka gak mengirimkan uang itu ke Prita. Wah penipuan nih he eh

12 Desember 2009 12.33

@all terimakasih atensi kawan kawan semua atas tulisan saya kali ini, kiranya saya tidak bisa membalas komentarnya satu satu, namun akan saya sedikit luruskan mengenai beberapa hal.
1. tulisan ini sebenarnya merupakan wujud kekesalah saya kepada beberapa pihak yang memanfaatkan dan mempolitisasi kasus ini.
2. tulisan ini saya tulis karena ^menurut saya^ pemberitaan maupun penyebarluasan informasi tentang ibu prita ini begitu buram, media masa sebagai penyalur informasi utama banyak menayangkan informasi dari satu pihak dan tanpa disertai keterangan yang lengkap.
3. sekali lagi saya minta maaf kepada ibu prita, tulisan ini hanya merupakan wujud dari keraguan saya mengenai kasus ibu, karena informasi yang begitu rancu di media massa...

12 Desember 2009 12.43

aku juga sependapat tuh...

teman, sekarang Yunna pindah rumah di http://yunna-mylifediary.blogspot.com/
datang dan tengok aku ya!!!

12 Desember 2009 12.46

Maaf Ngga kalo komen saya terlalu berapi-api, saya hanya menyampaikan sedikit aja jeritan dari rakyat jelata.
Ya sudahlah, kita lupakan aja masalah ini, yg penting skrg, main yuk ke tempatku, hehee...

12 Desember 2009 12.57

aku juga ngga ikut Ngga....., aku bahkan ngga tau kemana ngumpulinnya...


aku suka postinganmu ini, ha ah... pertama lihat dulu aja disekitar

tapi agak keganggu nih, tengah2 bacanya malah ada kata TERMASUK SAYA meski dicoret.. tapi muka seriusku luntur deh gara2 ini

12 Desember 2009 13.11

@yuna : meluncur ke TKP
@kang sugeng : saya malah berterimakasih kang...
@anindya : maaf... hanya sekedar intermezo.. kalo tegang terus kan kasian nin.. ntar cepet keriput.. hihihihihihi....

12 Desember 2009 13.24

@gek : kaya sales asuransi yak jadinya... hihihihihihih

@all : perbedaaan itu indah.. :D

12 Desember 2009 13.43

Aku sih sangat dukung bu Prita....

Udah hampir 10 tahun kerjaan sampingan aku adalah sebagai relawan. Ngurusin orang2 kebanjiran, bantuin cari mayat di aceh, bantuin cari mayat di situ gintung, bantuin pengungsi... Bahkan aku di cemooh sama banyak pengungsi Aceh karena aku relawan yang non muslim... Kadang orang-orang di sekitar aku pun suka bertanya "ngapain sih net, udah penyakitan, masih bantuin orang... kenal juga nggak.... mending dapet duit....". Tapi itulah, menurut aku kita ga perlu kenal baik dengan seseorang untuk menolong mereka...

Dan aku belajar bahwa, saat aku menolong seseorang yang ga aku kenal dengan ikhlas, disitu aku diajar untuk menolong orang yang aku kenal lebih lagi... Otomatis jadi begitu...

Dan soal Bu Prita, kenapa aku dukung banget, sebagai seorang S.H -cieelah-, sangat penting bu Prita memenangkan kasus ini, kalo nggak , kebebasan kita sebagai konsumen terancam juga. Apalagi buat para blogger, yang suka curhat di internet, bisa dalam bahaya... Salah sebut produk dikit aja bisa masuk penjara kita. Karena udah ada yurisprudensi nya...

Bahaya banget buat kita, karena kita bisa kehilangan perlindungan atas hak kita sebagai konsumen. Konsumen ngeluh soal pelayanan malah di penjara... hehehehe

itu sih menurut aku ya... tapi tiap orang berhak kok punya pendapat... dan nggak boleh saling judge...

semangat terus mas Rangga.... Saya selalu suka kalau ada orang yang punya pendapat 180 derajat bedanya dan berani mengungkapkan itu....

salut....

12 Desember 2009 14.59

@ninieta : saya salut terhadap orang2 seperti mbak, maaf juga kalo tulisan saya berbeda dengan jalur pemikiran mbak dan orang2 seperti mbak, sekali lagi saya salut terhadap para relawan yang bener2 mendukung dengan niatan tulus untuk ibu prita, semoga anggapan saya salah jika saya menganggap ada beberapa orang dibalik kasus ini yang ingin memanfaatkan kasus ini buat kepentingan pribadi semata... lanjutkan mbak.... berjuang sampe titik darah penghabisan untuk negri kita yang lebih baik....

12 Desember 2009 15.31

ada benarnya sih pendapatmu. tapi tindakan kumpulin duit receh ini dalam konteks lain lho. mereka yg melakukan aksi ini krn ingin menyindir pemerintah. ingin menunjukkan betapa tidak adilnya hukum yg diterapkan.

12 Desember 2009 15.43

saya juga nggak ngumpulin koin ...

di tempat saya kerja (RS) memang banyak ketimpangan karena sistem yang ada nggak benar-benar menyelesaikan permasalahan mendasar...

maaf kepada para pasien yang mendapat perlakuan yang nggak diharapkan dari teman sejawat dan kolega saya,

mau komentar banyak tapi saya ini baru terjun ke dunia pertabiban Indonesia yang jauh dari ideal juga banyak tikusnya

pernah beberapa kali bertemu dengan masalah yang mempertentangkan hati nurani dengan kompetensi serta kapasitas.... ternyata jauh lebih pelik dan diperkeruh dengan segala macam birokrasi, hukum, aturan dan akhirnya sistem...

sangat membebani...
jangan kira dokter juga nggak dipersulit kalo nggak ada 'back'ingan yang kuat....

12 Desember 2009 16.51

@mbak fanny : makasih mbak..
@seiri hanako : memang backing membacking udah jadi budaya kita yah... hehehehe

12 Desember 2009 17.00

Hehehe, sejujurnya saya suka dengan tulisan jujur seperti ini. Yah, beda pendapat, beda, pandangan itu biasa. Bagi saya pribadi, untuk berempati dengan orang lain, tidak harus dengan saya kenal dulu. Entah kasus ini dipolitisir atau tidak, saya setuju bahwa keadilan harus ditegakkan. Bila tidak, pihak kuat akan dengan semana-mena menindas si lemah. Inilah mungkin yang mendorong gerakan Koin Dukungan untuk Prita Mulyasari. Kasus bu Prita bagi saya, tentu bisa diambil hikmahnya. Tetapi kalau tidak dilawan, maka dimanakah keadilan...? Untuk sekedar berkeluh kesah saja rakyat kecil tidak mmepunyai saluran yang aman. Inikah yang kita inginkan teman...? Tentu tidak bukan.

12 Desember 2009 17.34

tambahan lagi :
sebenernya saya mencoba berpikir dari awal terjadinya kasus ini.. kasus ono muncul karena seorang ibu yang merasa kecewa dengan pelayanan sebuah rumah sakit. karena kekecewaan itu akhirnya si ibu menuliskan email kepada kerabat dekatnya mengenai pelayanan rumah sakit tersebut.

lalu kenapa masalah ini jadi beitu rumit, kalau memang pihak rumah sakit merasa tidak melakukan hal seperti itu tantunya pihak omni tidak harus menuntut si ibu. karena rumah sakit itu adalah sebuah pelayanan jasa, jika memang pelayanan yang dia lakukan itu baik.. pasti pasar yng menentukan, mereka tidak perlu takut kehilangan pasien. namun sekarang setelah kasus ini mencuat, bukankah rumah sakit tersebut semakin kehilangan pasien.

bagi si ibu, jika memang dia dipelakukan demikian oleh pihak rumah sakit, kenapa beliau takut. selama dia mempunyai bukti data dan saksi yang kuat, kenapa beliau takut, dan jika beliau memang mempunyai bukti dan saksi yang kuat. saya rasa belau pasti mampu memenangkan peradilan. kecuali kalau si ibu tidak mempunyai bukti dan saksi yang kuat, kenapa belau berani menuliskan sebegitu detail tentang kejadian yang dialaminya ketika dirumah sakit.

bayangan saya ketika membaca email tersebut, masa sih orang dalam keadaan sekarat bisa mengingat dia sedang sesak napas selama 15 menit hingga akhirnya dikasih oksigen dan infus belum lagi detail2 lain yang beliau ceritakan di emailnya....

semoga kasus ini selesai dengan kemenangan yang benar. soal mana yang benar dan mana yang salah, hanya ibu prita, RS OMNI, dan Tuhan yang tau....

btw, denger2 RS tersebut udah menarik gugatan nya gt? bener apa gak seh?

Sorry neh bos nanggapi lagi.. saya kutip perkataan yg bayangan saya ketika membaca email tersebut, masa sih orang dalam keadaan sekarat bisa mengingat dia sedang sesak napas selama 15 menit hingga akhirnya dikasih oksigen dan infus belum lagi detail2 lain yang beliau ceritakan di emailnya....

Ada saja loh org yg ketika sekarat bisa tahu apa yg terjadi di sekitarnya, jika manusia dalam keadaan sekarat, ruh nya itu sebagian melayang dan memperhatikan, biasa nya hal2 seperti itu terjadi kepada org2 yg pernah di bilang mati suri.. kadang mereka tahu apa yg terjadi, tp tidak ada daya dan kekuatan karena mereka secara langsung terbaring tak bernyawa.

12 Desember 2009 19.04

@astaga : thanks infonyah...

13 Desember 2009 10.02

hai...
aku mau ikut berpendapat. aku jg ga ikut2an kumpulin koin, aku jg mikir krn aku ga betul2 tau masalahnya, ga kenal dgn orgnya tp aku setuju dgn aksi pengumpulan koin itu yg melambangkan 'ketika hukum sudah direcehkan, mari mengumpulkan uang receh'

aku jg setuju dgn pendapatmu untuk lebih dulu membantu org2 disekeliling kita yg lebih kita kenal.

semoga aja org2 yg membantu ibu prita udah membantu sekitarnya juga & semoga ibu prita memang sdh bisa mendapatkan keadilan ;)

14 Desember 2009 08.26

sebenarnya betul jg seh! lagian, andai tuntutan ditarik, dan prita ga jd membayar 204jt, koin yg berjumlah 500jt itu mau dikemanain? andai bs dibagi2 buat anak2 terlantar n org2 yang lebih membutuhkan. :D tp.. mungkin ga yah?? Ntahlah :D

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

bagi yang koneksinya lagi sakit/make HP/kesulitan dengan kotak komentar dibawah, silahkan klik link kotak komentar klasik diatas untuk meninggalkan komentar

RanGGaGoBloG Copyright © 2009 TEMPLATESsimple black red by ranggagoblog templates