3 Januari 2012

Download Lagu Pancaran Sinar Petromaks (PSP)

Profil : Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (disingkat OM PSP) adalah grup musik dangdut humor asal Indonesia yang popular pada paruh akhir dekade 1970-an, terutama di kalangan mahasiswa. Grup musik ini seringkali tampil bersama-sama dengan Warkop pada masa jayanya. Selain sering memainkan dan memelesetkan lagu-lagu dangdut popular tahun 1960-an dan 1970-an (misalnya Siksa Kubur atau Seia Sekata), mereka juga dikenal dari lagu-lagu yang diciptakan sendiri, seperti Fatime dan Drakula. OM PSP dapat dianggap pelopor dangdut humor, sub genre yang masih disukai hingga sekarang.

Para personel OM PSP di antaranya adalah mahasiswa Universitas Indonesia yang berkampus di Rawamangun, Jakarta. OM PSP yang terdiri atas Ade Anwar, Monos, Omen, Rizali Indrakesumah, Dindin, Aditya, Andra Ramadan Muluk, James R Lapian serta bintang tamu Edwin Hudioro


Kepopuleran mereka diperkuat setelah kerap tampil bersama Warkop dalam program Warung Kopi di RadioPrambors, yang pada saat itu sangat disukai kalangan remaja dan mahasiswa Jakarta. Debut mereka pertamakali tampil di TVRI pada peringatan ulang-tahun TVRI di tahun 1978. Setelah itu, mereka tampil dalam beberapa film yang juga lumayan sukses di pasaran. Hanya saja, kekuatan mereka adalah pada aransemen musik yang khas dan celotehan lirik lagu yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika mereka memplesetkan lagu rakyatSkotlandia My Bonnie dengan irama Melayu, sangat jelas kelihatan proses kreatifnya yang amat tinggi, begitu pula saat mereka menyanyikan salah-satu lagu hits kelompok musik The Beatles (Can't Buy Me Love). Proses kreatif itu yang menjadikan karya-karya mereka sulit ditandingi oleh grup-grup serupa yang muncul pada kurun tahun belakangan.

Dalam penampilannya di layar kaca TVRI pada tahun 1978 itu, PSP manggung bersama Dono, Kasino, Indro(Warkop) dan Nanu. Nanu inilah yang dikenal karena lagu Cubit-Cubitan-nya yang berlogat Batak, padahal Nanu berasal dari Jawa Tengah. Munculnya, grup OM PSP ini akan sangat bagus kalau dikontekstualisasikan pada zaman ketika pergerakan mahasiswa 77/78 memperoleh momentumnya. Pada saat itu, gerakan mahasiswa sedang gencar mengkritik berbagai ketimpangan sosial. Rojali, salah-satu personel grup PSP berhasil dengan bagus memotret ketimpangan itu dalam lagu Duta Merlin. Lagu yang ringan, yang menunjukkan kesenjangan sosial dan dimulainya era kapitalisasi spasio-stemporal di Jakarta pada lokasi-lokasi tertentu.

Download Lagu Pancaran Sinar Petromaks (PSP)

  1. PSP-Fatime
  2. PSP-Penglaris
  3. PSP-MuridBajingan
  4. PSP-Kau Tinggalkan
  5. PSP - Bye Bye Bye Love
  6. PSP - Dendang PSP
  7. PSP - Hindun
  8. PSP - Pergi ke kampus
  9. PSP - Cubit cubitan
  10. PSP - Gaya Mahasiswa
  11. ogah ah! - orkes pancaran sinar petromak


Artikel Terkait:

11 comments

4 Januari 2012 08.54

waaaaaaaa
ngga kenallll

4 Januari 2012 09.23

jadul amat yak..asing banget buatku. hehhee

4 Januari 2012 11.13

wah baru tahu..kayaknya tadi malam muncul ya di bukan empat mata bareng jojon ....

4 Januari 2012 12.05

Jadul gan...

4 Januari 2012 13.08

sumpah judulna bikin ngakak :D

4 Januari 2012 14.58

@Fajar betul...

4 Januari 2012 15.36

aku baru tahu mas...hehehe
dan saya baru tahu lagu cubit-cubitan ini punya Om PSP..kerennn

4 Januari 2012 16.13

@yanuar catur rastafara alhamdulillah postinganku bermanfaat :D

Anonim
21 Januari 2013 20.57

lawakannya kreatif bgt nih psp..gw suka pas di film orang orang sinting...wkkwkw kocak bner.....

24 Mei 2013 20.26

bos ada link download film nya gak...???

19 Maret 2014 02.27

ea nyari2 nih filmnya susah amat ada yang punya nih film klw bisa bluray :D

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

bagi yang koneksinya lagi sakit/make HP/kesulitan dengan kotak komentar dibawah, silahkan klik link kotak komentar klasik diatas untuk meninggalkan komentar

RanGGaGoBloG Copyright © 2009 TEMPLATESsimple black red by ranggagoblog templates